Jumat, 31 Juli 2015

Menyikapi Rasa Panik

Kepanikan menghadapi sensansi sensansi anxietas membutuhkan kesiapan, ketenangan, keterbiasaan, dan pengetahuan. #Kesiapan: Apabilah anda siap maka anda tidak akan pernah lari dari apa yang akan terjadi. #Ketenangan: Apabilah anda tenang maka anda tidak akan menambah kepanikan yang akan di hadapi. #Keterbiasaan: Ketika anda terbiasa, maka anda akan biasa biasa saja dalam menghadapi serangan panik karena sudah terbiasa. #Pengetahuan: Ketika anda mempunyai pengetahuan tentang masalah sensansi panik, maka tidak akan muncul pemikiran pemikiran yang tidak masuk akal yang akan menambah ke panikan. Contoh saat situasi panik terjadi. *** saat anda di daulat untuk maju ke depan panggung atau podium yang anda sendiri belum pernah melakukan, apa yang terjadi. ~ Anda pasti akan kaget dan jantung langsung berdebar, karena anda memang tidak siap apa yang akan di lakukan, kaki anda akan terasa kaku dan berat menuju ke panggung. ~ Di depan panggung anda pasti tidak akan bisa diam tangan dan kaki gemetar sambil keluar keringat dingin, mulut tidak bisa mengeluarkan kata kata karena ketidak tenangan menghadapi situasi. ~ Anda pasti tidak akan bisa menguasai panggung, akan terasa gelap dan panggung terasa seperti berputar, nafas tidak akan teratur, badan juga akan terasa lemas. karena perasaan ingin cepat cepat menyudahi, itu karena belum adanya keterbiasaan. ~ Pengetapanggung,a kurang maka akan bicara terbata bata tidak karuan, anda merasa terlihat sangat bodoh di atas panggung, tidak bisa menjelaskan apa soal materinya, anda akan terburu buru ingin menyudahi sampai sampai di saat turun panggung pun anda manjadi bingung mencari jalan turun. Orang yang sudah bisa dan terbiasa menguasai hal itu, pasti akan bisa melewati kejadian seperti itu dengan enteng di atas panggung... Maka jika anda siap, tenang, terbiasa, dan punya pengetahuan, maka anda akan bisa menghadapi kepanikan, seperti orang orang yang sering naik panggung tanpa terjadi sesuatu. Itulah sebagian contoh mengatasi kepanikan yang harus anda pelajari...!!! Salam risyambo

Sabtu, 25 Juli 2015

Psikosomatik Anxietas Gerd Indonesia

Tiap penderita anxietas itu kasusnya berbeda beda, mulai dari masalah pemicu awal, penanganan yang salah, pemahaman yang kurang, dukungan moral dan mental bagi tiap penderita, dukungan sosial dan ekonomi tidak memadai, sampai pada proses penyembuhan yang kurang maximal. Hingga pada proses kesembuhan yang tidak berimbang karena masalah tekanan sosial dan ekonomi.
Pemicu awal itu terdiri dari beberapa hal, mulai dari emosi yang tidak stabil, ambisi yang berlebih, trauma hidup, dan faktor stres yang kita alami sehari hari, baik itu disadari ataupun tidak. Walaupun kebanyakan pemicu awalnya itu dari stres tapi macam dan tingkatan stres tiap orang berbeda beda, ada yang stres karena pekerjaan, ada yang stres karena kehilangan sesuatu yang sangat di sayangi, atau pula mungkin karena kehilangan harta benda, atau karena kegagalan mencapai sesuatu.
Pemahaman yang kurang karena faktor pendidikan, fasilitas media yang kurang, Penanganan yang salah dari pihak medis yang kurang menjelaskan masalah ini, atau mungkin kesalahan diagnosa, atau juga kesalahan penyampaian dari pihak tertentu yang membuat trauma psikis penderita, informasi yang di berikan orang sekeliling yang tidak di dasari dengan penelitian atau kata lain bukan ahli. Dukungan keluarga yang tidak seimbang, tidak adanya dukungan financial yang cukup untuk melakukan cek medis, atau untuk biaya pengobatan, kurangnya pemahaman masyarakat di daerah daerah tertentu, yang menganggap ini santet, yang pada akhirnya semakin membuat penderita depresi dengan diagnosa yang berbeda beda dari paranormal. Timbulnya stres berkepanjangan akibat dari memikirkan apa yang di rasakan yang tidak kunjung membaik membuat diri semakin rapuh dan putus asa, pada tahap penyembuhan yang kurang maximal, misalnya kurangnya disiplin, penggunaan obat obatan yang tidak teratur, pola hidup yang salah, tidak tersalurnya kesenangan hati. Hingga pada proses kesembuhan yang rentan, karena keadaan sosial ekonomi yang berbeda, tekanan yang berbeda, contoh: orang yang sudah sembuh sekalipun kalau dilanda krisis ekonomi, misalnya harta bendanya hilang karena kebangkrutan financial, atau kehilangan keluarga, itu bisa memicu ke kambuhan lagi, atau mungkin lebih sakit lagi, orang normal pun kalau mengalami itu pasti akan rapuh.
Untuk itu perlunya perhatian khusus terhadap kasus kasus seperti ini, di mulai dari penanganan dini, memberikan pemahaman kepada penderita, pendampingan yang extra di dalam proses penyembuhan cukup membantu kepada penderita, pentingnya hiburan yang cukup buat penderita. Semua butuh proses dan waktu serta memerlukan kesabaran.
Kasus seperti ini jika masih dini, masih bisa di kendalikan bahkan bisa sembuh dengan cepat apabila ada pemahan yang cukup.
Namun bila berlarut larut maka akan menimbulkan depresi berkepanjangan yang dapat merubah perilaku diri seseorang, atau kecenderungan yang mengarah kepada kejiwaan yang hebat, bila hal ini terjadi, sudah harus di butuhkan penanganan yang khusus dari ahli di bidang tersebut, agak sulit untuk di kendalikan penderita itu sendiri.
Untuk itu mari kita sama sama membantu orang yang terkena anxietas ataupun psikosomatik.
Dan tidak lupa bersyukur kepada allah swt dengan apa yang sudah di berikannya.


Salam sehat selalu